Lokakarya 3

 

  • Lokakarya 3 angkatan 6 kali ini bertempat di BPMP Sulawesi Tengah yang dilaksanakan pada hari Sabtu (17/12/2022) dimulai pada pukul 08.00 WITA, dengan peserta 12 orang dalam 3 kelompok dengan mengusung tema “Peran Pemimpin dalam Pembelajaran”, bertujuan  Calon Guru Penggerak yang mampu mendemonstrasikan pemahaman mengenai pembelajaran berdiferensiasi, mindfulness dan integrasi 5 kompetensi sosial emosional dalam praktik mengajar, serta perencanaan strategi berbagi praktik baik.  
  • Dalam aktivitas pembelajaran kami PP berbagi peran dengan membagi tanggung jawab sesi. Setiap sesi, Bu Erlita di sesi pertama dan kedua, Bu Leni Anggareani di sesi ketiga dan kelima  dan Bu Erlinah di sesi berikutnya. Secara bergantian kami memandu kegiatan yang berlangsung serta memberikan penguatan dan refleksi dari setiap sesi yang dilaksanakan. 
  • Bu Erlita memandu Sesi Pertama dengan  Pembukaan dan Ice Breaking, Kegiatan pada sesi ini yaitu membuka kegiatan lokakarya di kelas, perkenalan antara PP dengan semua CGP dan melakukan ice breaking. Ice breaking dilakukan dengan cara berdiri membentuk lingkaran untuk menciptakan koneksi antara setiap CGP agar bisa saling mengenal satu dengan yang lainnya sehingga bisa berkolaborasi dan terbentuk teamwork yang baik selama mengikuti lokakarya walaupun dalam kedua lolakarya sebelumnya masih dalam kelompok yang sama. Setelah icebreaking dilanjutkan dengan menjelaskan tujuan lokakarya dan membuat kesepakatan kelas.  Dalam sesi berikutnya, CGP mendemonstrasikan pemahaman CGP tentang pembelajaran berdiferensiasi melalui kegiatan simulasi mengajar. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan belajar murid yang beraneka ragam. Dalam sesi ini simulasi disepakati oleh peserta CGP adalah seorang guru SD, ibu Siti Rahma dengan penuh semangat, 2 orang menjadi observer, ibu Kasmiati dan pak Zubair Matamay, dan selebihnya menjadi murid. Semua menjalankkan perannya dengan antusias, terjadi interaksi yang sangat aktif yang telah diperankan sesuai arahan ada sebagai anak dengan gaya belajar kinestetik, visual, dan auditori. iKegiatan simulasi dakhiri dengan observer memberikan umpan balik kepada ibu Siti Rahma. Disimpulkan bahwa dalam simulasi mengajar ibu Siti Rahma telah terlihat pembelajaran diferensiasi. Bu Siti Rahma menunjukkan diferensiasi dalam proses pembelajaran.
  • Bu Leni melenjutkan sesi dengan memandu CGP melakukan praktik latihan tehnik STOP, latihan mendengar dengan sadar (maindful listening) dan latihan melihat dengan sadar (mindful seeing). Dalam sesi ini BU Leni meminta semua CGP untuk duduk dan memejamkan mata. Bu Leni memandu mengucapkan kata-kata yang diiringi dengan musik relaksasi KITARO, dan CGP diminta untuk mengikuti semua instruksi, CGP  terbawa suasana. Bu Leni memberikan umpan balik dan menjelaskan manfaat tehnik ini yaitu menjadikan diri lebih tenang dan mampu mengendalikan emosi, bisa terjalin relasi yang baik dengan orang lain, meningkatkan fokus serta meningkatkan rasa syukur terhadap apa yang dimiliki. dan CGP bersama-sama memberikan refleksi di akhir sesi.
  • Sesi berikutnya yaitu CGP dibagi menjadi 3 kelompok dengan cara diacak agar berbaur dengan CGP dari kelompok yang lain. Dalam kelompok, mereka melakukan diskusi membahas RPP berdiferensiasi yang telah dibawa oleh masing-masing kemudian memilih satu RPP untuk dimasukan kompetensi sosial emosional (KSE). Kompetensi yang dimasukan minimal dua dari lima KSE yaitu kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Setelah selesai diskusi, dilanjutkan dengan simulasi mengajar. CGP yang bersedia menjadi guru yaitu pak Zubair Matamay, seorang guru SD dengan membawakan materi Matematika. Sedangkan CGP lainnya 2 orang berperan sebagai observer dan sisanya berperan sebagai murid.  Simulasi mengajar diberi waktu selama 30 menit, Bapak Zubair  melaksanakan pembelajaran dengan baik, menarik dan penuh semangat. Dari hasil refleksi oleh observer, dapat disimpulkan bahwa lima KSE sudah muncul dalam pembelajaran yang telah dilakukan.
  • Dalam sesi kelima, saya membagi CGP kembali dalam 3 kelompok yang berbeda untuk mendiskusikan strategi berbagi tentang pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi sosial emosional ke teman sejawat di sekolah. Setiap kelompok menuliskan hasil diskusinya di kertas plano, setelah selesai satu orang pewakilan kelompok diminta untuk mempresentasikan recana yang telah dibuat, kelompok 1 oleh ibu Nurafrianti Rudtin, kelompok 2 ibu Laura dan kelompok tiga diwakili oleh ibu Elsa.
  • Sesi Penutup, Saya melanjutkan dengan meminta CGP untuk melakukan refleksi dari seluruh kegiatan lokakarya ke-3 yang dilakukan dengan menuliskan tentang perasaan saat mengikuti lokakarya, apa saja yang sudah dipelajari dan bagaimana menerapkan pembelajaran tersebut di sekolah. Semua menuliskan ide dalam sticky notes yang berbeda warna kemudian di tempel di kertas  plano, setelah selesai satu orang pewakilan kelompok diminta untuk membacakan hasil refleksi tersebut.
  • Dari rangkaian kegiatan lokakarya 3 peserta dalam kelas kami membawa kenangan dengan sebuah tepuk semangat dari ibu Siti Rahma.  Tepuk yang menggambarkan betapa semangatnya CGP dalam program ini . Tercifta susasana akrab dan saling memberikan apresiasi disetiap kegiatan yang telah dilakukan,. Pembelajaran diferensiasi dan mindfulness  bisa dipadukan dalam pembelajaran sehingga akan mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada anak. 
  • Salam dan Bahagia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

3.2.a.9. Koneksi Antar Materi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

Lokakarya 2