2.1.a.10. Aksi Nyata – Modul 2.1

Pembelajaran Berdiferensiasi 
 
Dalam modul 2. 1 ini, mengeksplor pemahaman tentang pembelajaran berdiferensiasi. CGP melakuan pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan pendekatannya dan pengalaman masing-masing dalam melakukan proses pembelajaran di dalam kelas dengan kebutuhan dan gaya belajar murid yang bervariasi. Menurut Tomlinson (2000) Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Berdasarkan pada definisi di atas pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang dapat mengakomodasi semua perbedaan dan memfasilitasi keberagaman yang dibutuhkan oleh setiap individu murid. 
 Ada 3aspek kebutuhan belajar murid: 
  1.  kesiapan belajar murid 
  2.  minat
  3.  profil belajarnya. 
    Pembelajaran Berdiferensiasi membutuhkan persiapan guru namun pembelajaran ini dapat dilakukan di kelas karena pembelajaran tersebut dapat menyesuaikan kesiapan belajar murid, minat dan profil belajarnya. Murid akan menunjukkan kinerja yang lebih baik jika tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan keterampilan dan pemahaman yang mereka miliki sebelumnya (readiness/kesiapan belajar). Dan selanjutnya jika tugas-tugas tersebut dapat memicu keingintahuan atau hasrat yang ada dalam diri seorang murid (minat), dan apabila tugas-tugas yang diberikan dapat menyediakan kesempatan bagi murid untuk bekerja dengan cara yang mereka sukai (profil belajar). 
     Pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal dengan melakukan penerapan Strategi Pembelajaran berdiferensiasi yakni: diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk. 
 1. Diferensiasi Konten 
Berhubungan dengan apa yang diajarkan kepada murid dengan mempertimbangkan pemetaan kebutuhan belajar murid baik itu dalam aspek kesiapan belajar, aspek minat murid dan aspek profil belajar murid atau kombinasi dari ketiganya.
2. Diferensiasi Proses 
 Dalam kegiatan ini guru perlu memahami apakah murid akan belajar secara berkelompok atau mandiri. Guru menetapkan jumlah bantuan yang akan diberikan pada murid-murid. Siapa saja murid yang membutuhkan bantuan dan siapa saja murid yang membutuhkan pertanyaan pemantik sehingga seterusnya murid dapat belajar secara mandiri. Semua hal tersebut harus dipertimbangkan dalam skenario pembelajaran yang akan dirancang guru.     



3. Diferensiasi Produk 
 Memberikan murid pilihan bagaimana mereka dapat mengekspresikan pembelajaran yang diinginkan. Bisa berbentuk gambar, lukisan, tulisan, pertunjukan drama, presentasi, pidato, rekaman audio, video, diagram, dan sebagainya. Yang paling penting produk ini harus mencerminkan pemahaman murid yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan bisa tercapai. Berikut ini adalah contoh pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan produk pada Mata Pelajaran Pendidikan Bahasa Inggris di google classroom
. (differensiasi produk di google Classroom)
Berdasarkan pengalaman penulis, ada perubahan pemikiran yang berkontribusi terhadap pemahaman penulis tentang implementasi/aksi nyata pembelajaran berdiferensiasi dalam kelas daring tentunya diawali dengan  membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam bentuk daring yang butuh penyesuain pula. Penyesuaian yang berdiferensiasi. Selamat Berdiferensiasi.

rpp-diferensiasi-erlinah (Unduh)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

3.2.a.9. Koneksi Antar Materi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

Lokakarya 2